0

Ternyata Saya Baru Paham

Ada banyak hal-hal di dunia ini yang sebenernya sudah jadi common sense tapi pahamnya kok ya belakangan. Salah satunya common sense bahwa jadi manusia itu harus jadi manusia yang sejahtera secara ekonomi, kalo bisa malah kaya raya haha. Saya selama ini sejujurnya bukan tipe yang terlalu memikirkan hal seperti itu. Apakah saya segitu zuhud-nya? Haha, tentunya tidak. Mungkin karena saya cenderung cuek, haha. Dan cenderung gampangin. Padahal ya tentu aja saya butuh duit. Mau makan butuh duit, beli baju butuh duit, dan salah satu kesukaan saya—beli buku—juga sangat butuh duit. Tapi ya mungkin pemahaman itu baru sebatas itu aja. Rezeki dicari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal ternyata setelah saya pikir-pikir (barusan haha), waah iya sejahtera, dan bahkan kaya, itu memang perlu banget. Kenapa?

Karena saya enggak mau masalah ekonomi sampai menghambat untuk bertumbuh di bidang yang lain.

Hah, maksudnya gimana tuh, Poy?

Maksudnya, jangan sampai ketika kita sudah berkeluarga kelak, kita akan direpotkan dengan urusan cari duit supaya anak bisa sekolah.

Lah, maksud lo enggak mau biayain anak lo sekolah gitu?

Ooh, bukan, bukan. Maksud saya, biaya pendidikan makin lama kabarnya akan makin mahal loh. Katanya artikel ini dan ini, kalo sekarang bisa mencapai ratusan juta rupiah, tahun-tahun mendatang, bisa mencapai miliaran! Nah loh! (Pingsan)

Sebagai anak yang datang dari keluarga yang tidak masuk kategori menengah ke atas, saya udah ngeliat sendiri contohnya dalam keluarga saya. Betapa susahnya ternyata perjuangan untuk bisa menyekolahkan anak-anak. Dan bagaimana urusan keuangan itu bisa menghimpit kehidupan kita dan jadi bahasan sehari-hari; ya duit buat makan kurang lah, ongkos kurang lah, kurang ini itu. Nah, kalo sehari-hari udah pusing sama hal begituan, gimanalah ceritanya mau mikirin hal yang lain? Semisal, memberikan pendidikan karakter dan agama yang benar bagi anak. Apalagi mikirin cita-cita keluarga, apalagi mikirin orang lain! (Novel aku juga piye entaaar hiks hiks)

Jadi, mumpung masih lajang (ahem), mari kita benar-benar memikirkan secara matang masa depan keuangan kita kelak. Banyak loh yang mesti kita pikirkan, soal pendidikan anak, soal rumah, dll. Apa? Sekarang lo masih kacau? Ah, enggak apa-apa, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya kok. Yuk pelan-pelan belajar soal kehidupan.