0

Hujan dan Bintang

Aku memandangi layar ponselku yang memajang sebuah gambar jendela yang basah oleh rintik hujan. Di hadapan jendela itu membentang pemandangan bangunan-bangunan pabrik, gudang penyimpanan, satu-dua mobil, alat-alat berat. Inikah pemandangan yang kau saksikan setiap harinya? Lantas aku pun teringat, kau yang bercerita padaku, bahwa sudut yang menghadap jendela inilah yang kau sukai. Sudut itu menyulut imajimu, dan menggerakkan hati dan tanganmu untuk mengurainya menjadi tulisan.

Seperti apa ya sosokmu saat kau terpaku menatap jendela itu?

Dan aku pun teringat juga ceritamu soal kebiasaanmu memandangi bintang. Ketika di tengah malam yang hening kau terbangun dari tidurmu. Lalu kau akan meraih teleskopmu, dan memandangi kerlipnya. Meski mereka jauhnya melampaui ruang dan waktu, kau tetap merasa mereka adalah kawan-kawan dekatmu. Apa kau biasa bercerita dengan mereka? Aku tidak tahu.

Hujan. Bintang.

Semoga harapan dan impianmu terus menderas dan mengangkasa.